IN SYAA ALLAH PADA HARI RABU TANGGAL 13 JUMADIL ULA 1439 H. YANG BERTEPATAN DENGAN TANGGAL 31 JANUARI 2018 M. AKAN TERJADI GERHANA BULAN TOTAL
.
a. Awal Gerhana Bulan : pukul 18:48:27 WIB
b. Mulai Total Gerhana : pukul 19:51:47 WIB
c. Pertengahan Gerhana : pukul 20:29:49 WIB
d. Akhir Total Gerhana : pukul 21:07:51 WIB
e. Akhir Gerhana : pukul 22:11:11 WIB
.
a. Mulai Takbir : pukul 18.50 WIB, Shalat Isya 19.30 WIB
b. Shalat Gerhana : pukul 20.00 WIB
.
KAIFIYAH (TATA CARA) SHALAT GERHANA
.
Shalat Kusuf (di waktu ada Gerhana Matahari) dan Khusuf (di waktu ada Gerhana Bulan)
.
Hal Yang Berkaitan Dengan Terjadinya Gerhana
Pada waktu terjadinya selain Shalat Gerhana dua raka’at, ada perintah:
1- Berkhutbah (seperti khutbah Jum’at, tetapi tidak ada duduk antara dua khutbah, hanya sekali khutbah) setelah shalat dengan memberi nasihat apa yang perlu di waktu itu, menerangkan kekuasaan Allah Azza wa Jalla yang Maha Besar, dan mengingatkan, bahwa gerhana itu terjadinya bukan karena mati atau hidup seseorang, melainkan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. yang ditunjukkan kepada kita.
2- Membanyakan menyebut asma Allah (bertakbir) dengan mengingat kekuasaan-Nya.
3- Berdo’a meminta sekalian apa yang hendak diminta, dan minta ampun dari dosa.
4- Bershadaqah
5- Memerdekakan hamba sahaya, kalau ada.
.
Cara Shalat Gerhana:
Shalat gerhana itu, dua raka’at berjama’ah dengan tidak ada adzan dan iqomah. Shalatnya seperti Shalat Shubuh, tetapi di tiap-tiap raka’at ditambah satu ruku’, yaitu sesudah bangkit dari ruku’ dengan membaca “Sami’allahu liman hamidah” dan “Rabbanaa walakal hamdu” terus berdiri dan dilanjutkan membaca al-Fatihah dan Surat lagi, sesudahnya kemudian ruku’ lagi, lalu bangkit dari ruku’, lalu sujud lalu duduk lalu sujud, demikianlah selanjutnya dalam raka’at kedua. Jadi Shalat Gerhana itu dua raka’at dengan empat ruku’ dan empat sujud.
.
Dalil-dalil Shalat Gerhana
.
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ الشَّمْسَ خَسَفَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَبَعَثَ مُنَادِيًا بِالصَّلاَةُ جَامِعَةٌ، فَتَقَدَّمَ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِى رَكْعَتَيْنِ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha (berkata): “Bahwasanya Matahari terjadi gerhana pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau mengutus penyeru mengajak orang-orang berkumpul untuk shalat, kemudian beliau berdiri shalat empat ruku’ dalam dua raka’at dan empat sujud”. [H.R. al-Bukhari: 1066 & Muslim: 2131]
.
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى حَيَاةِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَخَرَجَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِلَى الْمَسْجِدِ فَقَامَ وَكَبَّرَ وَصَفَّ النَّاسُ وَرَاءَهُ، فَاقْتَرَأَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم قِرَاءَةً طَوِيلَةً ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: « سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ » . ثُمَّ قَامَ فَاقْتَرَأَ قِرَاءَةً طَوِيلَةً هِىَ أَدْنَى مِنَ الْقِرَاءَةِ الأُولَى ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً هُوَ أَدْنَى مِنَ الرُّكُوعِ الأَوَّلِ ثُمَّ قَالَ: « سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ». ثُمَّ سَجَدَ ، ثُمَّ فَعَلَ فِى الرَّكْعَةِ الأُخْرَى مِثْلَ ذَلِكَ حَتَّى اسْتَكْمَلَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ ، وَانْجَلَتِ الشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَنْصَرِفَ ثُمَّ قَامَ فَخَطَبَ النَّاسَ فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ: « إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَافْزَعُوا لِلصَّلاَةِ »
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Pernah terjadi gerhana Matahari pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Raslullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar ke masjid kemudian berdiri dan bertakbir dan orang-orang pun berbaris di belakangnya, lalu beliau membaca dengan bacaan yang panjang kemudian takbir sambil ruku’ dengan ruku’ yang panjang, kemudian mengangkat kepalanya sambil mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah, rabbanâ lakal hamdu’ lalu beliau berdiri lalu membaca dengan bacaan yang panjang tetapi kurang dari bacaan yang pertama, kemudian takbir sambil ruku’ dengan ruku’ yang panjang tetapi kurang dari ruku’ yang pertama, (kemudian mengangkat kepalanya) sambil mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah, rabbanâ lakal hamdu’ lalu beliau sujud (dua kali sujud) kemudian beliau melakukan pada raka’at yang selanjeutnya seperti itu hingga sempurna dikerjakan empat raka’at dan empat sujud dan gerhana Matahari pun berakhir sebelum beriau berpaling, kemudian beliau berdiri dan berkhutbah memuji dan menyanjung Allah sengan sepantasnya, dan beliau bersabda: “Sesungguhnya Matahari dan Bulan dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, keduanya tidak gerhana dikarenakan kematian dan hidupnya seseorang, maka apabila kalian melihatnya hendaklah bersegera melaksanakan shalat (gerhana)”. [H.R. al-Bukhari: 5197 & Muslim: 2129]
.
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم جَهَرَ فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِى رَكْعَتَيْنِ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha (ia berkata): “Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeraskan bacaannya pada shalat gerhana, beliau shalat empat ruku’ dalam dua raka’at dan empat sujud” [H.R. al-Bukhari: 1065 & Muslim: 2131]
.
Anjuran Bershadaqah, Istighfar, Dan Dzikir Pada Kejadian Gerhana, Dan Keluar Waktu Selesai Shalat Dengan Keadaan Terang
.
عَنْ أَسْمَاءَ رضي الله عنها قَالَتْ: لَقَدْ أَمَرَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم بِالْعَتَاقَةِ فِى كُسُوفِ الشَّمْسِ
Dari Asma’ Radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Sungguh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan memerdekakan hamba sahaya pada hari terjadi gerhana Matahari”. [H.R. al-Bukhari: 1054]
.
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: « إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا »
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha: Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Matahari dan Bulan itu dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah, keduanya tidak terjadi gerhana dikarenakan kematian dan hidupnya seseorang, maka apabila kalian melihatnya hendaklah berdo’a kepada Allah SWT., bertakbir, shalat, dan bershadaqah”. [Muttafaq Alaih]
.
عَنْ أَبِى مُوسَى رضي الله عنه قَالَ: خَسَفَتِ الشَّمْسُ ، فَقَامَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فَزِعًا ، يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ ، فَأَتَى الْمَسْجِدَ ، فَصَلَّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ رَأَيْتُهُ قَطُّ يَفْعَلُهُ وَقَالَ « هَذِهِ الآيَاتُ الَّتِى يُرْسِلُ اللهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللهُ بِهِ عِبَادَهُ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ »
Dari Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Telah terjadi gerhana Matahari, (di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka Nabi saw. berdiri dengan terkejut, beliau khawatir terjadi kiamat, lalu beliau menuju masjid, kemudian beliau shalat dengan berdiri, ruku’, dan sujud yang sangat lama, saya melihat beliau melakukannya, kemudian beliau bersabda: “Ini adalah tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang Allah tunjukkan bukan dikarenakan kematian seseorang dan hidupnya, tetapi Allah pemperingatkan hamba-hamba-Nya dengannya, maka apabila kalian melihat sesuatu dari itu maka bersegeralah bangun untuk mengingat-Nya, berdo’a kepada-Nya, dan memohon ampun (dari dosa dan kesalahan) kepada-Nya”. [H.R. al-Bukhari: 1059 & Muslim: 2156]
Wallahu A’lam
Sholat Gerhana 31 Januari 2018 • Aulia Izzatunisa
Sholat Gerhana 31 Januari 2018 • Aulia Izzatunisa
Bismillah •••
Yuk kita siapin ilmu untuk menghadapinya. Ilmu apa?
Ilmu aqidah, tidak menyangkutkannya dengan keyakinan khurofat/mitos/mistik yang tidak memiliki dalil. Semakin menguatkan iman kepada Maha Besarnya Allah.
Ilmu fiqih, mengetahui tata cara shalat khusuf.
Ilmu alam, mempelajari sunnatullah alam yang Allah taqdirkan sehingga terjadi fenomena ini.
Gerhana Bulan akan terjadi pukul 19.51 sampai 21.07 WIB, dengan puncak gerhana pukul 20.29.
Kita akan melihat puncak gerhana memerah karena cahaya matahari yang sedianya menutup wajah bulan terbiaskan/terbaur oleh atmosfer bumi.
“Jika kalian melihat peristiwa Gerhana, perbanyak berdo’a kepada ALLAH, perbanyak Takbir, kerjakan Sholat, dan perbanyak Sedekah”.
(HR. Bukhari & Muslim)
Tata Cara Sholat Gerhana • 31 Januari 2018 • Aulia Izzatunisa
Amalan Gerhana Bulan 31 Januari 2018 • Aulia Izzatunisa
Gagal Modus • Aulia Izzatunisa
GAGAL MODUS
_________________________________________
“Janganlah engkau melihat kecilnya suatu dosa, namun hendaklah engkau melihat siapa yang engkau durhakai.”
(Bilal bin Sa’ad Radiallahu’anhu)
_________________________________________
Berbagai manuver iblis dalam menggelincirkan anak cucu adam terus bergulir sampai batas hari kiamat besar.
.
maka iblis mengutus pasukannya bangsa jin dan setan mencari target sebanyak-banyaknya anak cucu adam yang tidak memiliki pondasi akidah yang kuat, akan dikader menemani mereka dalam kehinaan yang kekal, naudzubillah
.
waspadalah! jangan sampai mereka berhasil menjadikan kita bagian dari target mereka. Selalu mohon perlindungan pada Allah dan istiqomah dalam jalan kebenaran islam.
*In Syaa Allah
Jumlah Malaikat Dimalam Lailatul Qadar Beserta Tugasnya • Aulia Izzatunisa
🌖🌗⭐🌟⛅🌥🌟⭐🌓🌔
*📋 JUMLAH MALAIKAT YANG TURUN DI MALAM LAILATUL QODR DAN TUGAS MEREKA*
➡ Allah ta’ala berfirman,
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
🌴 “Turun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.”
[Al-Qodr: 4-5]
*📝 BERAPA BANYAK MALAIKAT YANG TURUN?*
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى
“Sesungguhnya malaikat di malam tersebut di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu-batu kerikil.”
[HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2205]
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
يَكْثُرُ تَنزلُ الْمَلَائِكَةِ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ لِكَثْرَةِ بَرَكَتِهَا، وَالْمَلَائِكَةُ يَتَنَزَّلُونَ مَعَ تَنَزُّلِ الْبَرَكَةِ وَالرَّحْمَةِ
“Banyaknya malaikat yang turun di malam tersebut karena keberkahannya yang melimpah, dan malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat.”
[Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]
Sebagian ulama menjelaskan bahwa saking banyaknya jumlah malaikat yang turun di malam lailatul qodr sehingga matahari terbit di pagi hari cahayanya tidak menyilaukan, karena banyaknya malaikat yang kembali ke langit.
Dan inilah tanda lailatul qodr yang paling jelas, namun sayang kita menyadarinya saat malam telah berlalu. Maka berbahagialah dan bersyukurlah kepada Allah bagi siapa yang telah diberikan anugerah hidayah untuk memperbanyak ibadah di malam lailatul qodr yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan.
Dan sayang sekali bagi yang lebih banyak tidur atau melakukan kesia-siaan bahkan kemaksiatan di malam yang penuh berkah tersebut, tatkala ia bangun di pagi hari ia baru menyadari lailatul qodr, dan malam sudah berlalu.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
فَقِيلَ لَهُ: بِأَيِّ شَيْءٍ عَلِمْت ذَلِكَ ؟ فَقَالَ بِالْآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ. {أَخْبَرَنَا أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ صُبْحَةَ صَبِيحَتِهَا كَالطَّشْتِ لَا شُعَاعَ لَهَا}. فَهَذِهِ الْعَلَامَةُ الَّتِي رَوَاهَا أبي بْنُ كَعْبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَشْهَرِ الْعَلَامَاتِ فِي الْحَدِيثِ وَقَدْ رُوِيَ فِي عَلَامَاتِهَا”{أَنَّهَا لَيْلَةٌ بلجة مُنِيرَةٌ} وَهِيَ سَاكِنَةٌ لَا قَوِيَّةُ الْحَرِّ وَلَا قَوِيَّةُ الْبَرْدِ وَقَدْ يَكْشِفُهَا اللَّهُ لِبَعْضِ النَّاسِ فِي الْمَنَامِ أَوْ الْيَقَظَةِ. فَيَرَى أَنْوَارَهَا أَوْ يَرَى مَنْ يَقُولُ لَهُ هَذِهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ وَقَدْ يُفْتَحُ عَلَى قَلْبِهِ مِنْ الْمُشَاهَدَةِ مَا يَتَبَيَّنُ بِهِ الْأَمْرُ. وَاَللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ.
“Dikatakan kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu’anhu: Dengan apa engkau mengetahui malam lailatul qadr? Beliau berkata:
✅ Dengan tanda yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
أَخْبَرَنَا أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ صُبْحَةَ صَبِيحَتِهَا كَالطَّشْتِ لَا شُعَاعَ لَهَا
“Beliau mengabarkan kepada kami, bahwa matahari terbit di pagi harinya seperti baskom, tidak memiliki cahaya yang menyilaukan.”
Inilah tanda yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang termasuk tanda yang paling masyhur dalam hadits.
✅ Dan juga diriwayatkan tentang tanda-tandanya,
أَنَّهَا لَيْلَةٌ بلجة مُنِيرَةٌ
“Bahwasannya lailatul qodr adalah malam yang jernih (bulannya) lagi bercahaya.”
✅ *Malam itu dalam keadaan tenang,*
✅ *Tidak terlalu panas,*
✅ *Tidak pula terlalu dingin.*
Dan bisa jadi Allah ta’ala menampakkan malam itu bagi sebagian orang ketika tidur maupun terjaga, maka mereka dapat melihat cahaya-cahayanya, atau melihat orang yang mengatakan kepadanya inilah lailatul qadr, dan bisa jadi pula dibuka hati seseorang untuk dapat menyaksikan lailatul qadr. Wallahu ta’ala A’lam.”
[Majmu’ Fatawa, 25/284-286]
✅ Saudaraku rahimakallaah, andai lailatul qodr telah berlalu sekali pun, masih ada sedikit hari-hari Ramadhan yang tersisa, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal shalih, sungguh rahmat Allah sangat luas, tidak terbatas di malam lailatul qodr saja, akhiri Ramadhan dengan yang lebih baik, semoga bisa menjadi penutup atas kekurangan-kekurangan sebelumnya.
➡ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
وَالِاعْتِبَارُ بِكَمَالِ النِّهَايَةِ لَا بِنَقْصِ الْبِدَايَةِ
“Yang menjadi ukuran adalah sempurnanya penutupan, bukan kurangnya permulaan.”
[Majmu’ Al-Fatawa, 15/55]
*📝 APA TUGAS PARA MALAIKAT YANG TURUN DI MUKA BUMI PADA MALAM LAILATUL QODR?*
1. Menetapkan Takdir Tahunan
Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata,
يقضى فيها ما يكون في السنة إلى مثلها
“Ditetapkan pada malam itu apa yang akan terjadi selama satu tahun sampai tahun berikutnya.”
[Tafsir Ath-Thobari, 24/534]
Catatan takdir yang ada di tangan malaikat inilah yang dapat berubah dengan doa dan amal-amal shalih. Adapun catatan takdir yang ada di sisi Allah, yaitu di al-lauhul mahfuzh, yang telah ditulis 50.000 tahun sebelum langit dam bumi diciptakan, tidak akan berubah.
2. Malaikat Mendoakan Orang yang Beribadah
Al-Imam Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,
تَسْلِيمُ الْمَلَائِكَةِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ عَلَى أَهْلِ الْمَسَاجِدِ، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
“Malaikat mendoakan keselamatan ketika lailatul qodr untuk orang-orang yang beribadah sampai terbit fajar.”
[Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]
Oleh karena itu di sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam lebih meningkatkan ibadah, dan membangunkan keluarga beliau untuk beribadah.
Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
“Nabi shallallahu’alaihi wa sallam apabila masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan maka beliau mengencangkan sarungnya (tidak berhubungan suami istri dan mengurangi makan dan minum), menghidupkan malamnya (dengan memperbanyak ibadah) dan membangun keluarganya (untuk ibadah).”
[HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa sholat malam ketika lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
Jika Ada Lelaki Yang Datang Melamarmu • Aulia Izzatunisa
JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU 👉 untuk mu Ukhty salihah..😊
#Baca ini..👇 JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU …
🍃 👉Jangan katakan…. Hartanya dan ketampanannya …Jangan pula katakan…… Profesinya,rumahnya, dan gelarnya …
#Namun ….. 👉katakanlah.. :
Agamanya dan akhlaqnya……! ~*~*~*~*~*~*~*~*~
💕Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(wahai para Ayah) Jika datang kepada kalian (untuk melamar), seseorang yang kalian ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka maka nikahkanlah dia, jika tidak, maka akan terjadi cobaan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”
(Hadits dihasankan oleh Syaikh Al-Albaany) ~*~*~*~*~*~*~*~*~
📌Seorang muslim melamar seorang muslimah yang istiqamah (komitmen dengan ajaran islam) #Sedangkan sang pria TIDAK komitmen … Sang wanita MAU menikah dengannya …
👇 Sang wanita tadi berkata….: “Mudah-mudahan Allah akan memberinya hidayah dengan sebab aku!” #Ini adalah perbuatan “menunggu sesuatu yang tak pasti” Yang kita lihat di hadapan kita adalah …..: “dia bukan orang yang komitmen”
👉Jika sang wanita berkata: “Mudah- mudahan Allah akan memberinya hidayah dengan sebab aku!” Maka kita katakan pada sang wanita….: Namun bisa jadi engkau yang akan ‘tersesat’ dengan sebab dia, dan itu semua mungkin terjadi…..! Dan “tersesatnya” engkau dengan sebab dia itu LEBIH MUNGKIN terjadi daripada dia akan diberi hidayah dengan sebab engkau …..
➡Karena biasanya, pengaruh pria terhadap wanita itu lebih besar dari pada pengaruh wanita terhadap pria…! Betapa banyak suami yang menyeret istrinya agar mengikuti keinginan sang suami …
Sampai sang suami dapat membuat istrinya melakukan apa yang diinginkan sang suami, …. padahal sang istri tak ingin melakukannya …
Ini adalah hal yang biasa dan banyak terjadi …
Yang terpenting bagiku adalah….: Kita mengetahui bahwa seseorang itu diberi tanggung jawab sesuai dengan apa yang terlihat, bukan dengan apa yang dinanti (bukan dengan apa yang belum terjadi –pen).
(Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Utsaimin, “Fath Dzi Al-Jalaal wa Al- Ikraam Syarh Buluugh Al-Maraam”, 4/519)
Wallahu ‘alam…..
🍁 Pilihlah yang baik agamanya… INSYAALLAH kau akan bahagia….
Tips Hijrah Ke Hijab Syar’i • Aulia Izzatunisa
TIPS HIJRAH KE HIJAB SYAR’I
Assalamu’alaikum ukhty shalihah.. Berikut tips-tips jika ingin memulai atau mencoba untuk berhijab syar’i😇
1. Begitu ada keinginan untuk mulai berhijab syar’i, langsung mulai. Jangan dipikir nanti begini, nanti begitu. karena gak akan ada habisnya. Biasakan saja diri kita dengan hijab panjang, lama-lama kita akan menemukan kenyamanannya.
2. Kalau kalian aktif di social media, cobalah lebih banyak follow akun-akun yang menginspirasi untuk berhijab syar’i atau follow sosok-sosok inspiratif yang berhijab syar’i. Karena tidak dipungkiri kalau kita banyak follow akun yang memperlihatkan hijab style yang masa kini dan keren, kita juga ingin seperti itu. Yaa kalau sudah begitu, harus diingat balik lagi tujuan berhijab kita apa, untuk terlihat keren dimata manusia atau Allah Subhanahu Wa Ta’ala 🙂
3. Jangan beralasan untuk berhijab syar’i itu mahal karena harus beli baju baru atau harga baju syar’i set yang mahal-mahal. Kalian bisa koq pakai yang ada. Bisa cari info dan tutorial hijab syar’i dari google dan youtube juga lho..
4. Coba lebih banyak membaca buku ataupun tulisan yang bikin kita JLEB JLEB JLEB. Banyak yang beralasan, kalau kita sudah tahu ilmunya tapi tidak dipraktekkan kan kita berdosa. Jadi lebih baik tidak baca, jadi tidak tahu, dan tidak berdosa. Padahal ini juga salah. Sebagai umat Islam, kita diwajibkan untuk terus menuntut ilmu Agama. Kita wajib mencari tahu yang benar tentang Islam dan ajaran-ajarannya yang benar-benar sesuai Al-Qur’an dan hadist.
5. Tips yang terakhir ini agak ekstrem, yaitu Fake It Until You Make It. Bisa dibilang sekarang hijab syar’i kan lagi trend, lagi banyak banget brand yang memproduksi baju syar’i. Yaa ikutin aja trendnya. Kalau menurut saya, tidak apa awalnya mau ikutan trend kalau lama-lama jadi terbiasa. Daripada tidak dimulai-mulai. hehe. Yang penting kalau sudah terbiasa dan nyaman, coba luruskan lagi niatnya, jangan karena trend semata tapi harus karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Hijab syar’i yang di maksud dalam tulisan ini adalah tampilan hijab yang menutup dada, baju longgar dan tidak membentuk badan, dan menutup aurat seperti kaki dan tangan (selain punggung dan telapak tangan). Semoga bermanfaat Ukhty Shalihah 😊
Islam Agama Kebenaran • Aulia Izzatunisa
Islam Itu Yang Benar☝
Ada yang memiliki hanya kepercayaan saja, tidak sampai derajat agama, tapi tetap saja berkata “apa yang saya yakini itu yang paling benar”, dia bangga walau salah
Ada yang mempunyai hanya ideologi buatan manusia saja, dan tidak punya tuntunan akhirat, tapi berkata, “inilah sistem yang paling baik”, dia bangga walau sesat
Anehnya, malah ada yang mengaku Muslim, tapi malah minder dengan Islamnya, lalu bilang “Allah tidak melihat agama, yang penting baik dalam hidup”. Wow
Memang sekarang zamannya orang kelihatan berilmu tapi sesat dan menyesatkan, bahkan pemahaman tauhid saja tidak ajeg, walau bergelar panjang dan banyak
Padahal dalam ilmu tauhid, dasarnya jelas kalimat “Laa ilaaha illa Allah”. Tiada sesembahan, tiada tuhan, selain hanya Allah saja, satu-satunya tiada serikat baginya
Lalu bagaimana mungkin menganggap ada kepercayaan lain atau ideologi lain yang sama benarnya seperti Islam? Padahal Allah sudah tegaskan, hanya Islam yang Dia ridhai
Dan bila keimanan dan ke-Islaman itu tidak penting, lalu untuk apa Rasulullah dan para sahabat berdakwah dan berjuang, didera, disiksa dan diboikot sebab Islam
Lalu untuk apa Allah menyampaikan klasifikasi manusia dalam Al-Quran? Ada yang beriman ada yang kafir, ada yang beroleh surga dan ada yang beroleh neraka
Lalu untuk apa Allah turunkan Al-Quran bila semua manusia boleh menentukan standar baik sendiri-sendiri? Bukankah Al-Quran itu petunjuk dan pembeda bagi kita
Manusia memang sama dihadapan Allah, sama-sama hamba-Nya, akan tetapi Allah sampaikan dalam Al-Quran, ada yang beriman ada yang kafir, yang manakah kita?
Perbuatan baik memang sama-sama manfaat, siapapun yang melakukannya, tapi Allah sampaikan juga pada kita, ada yang amalnya sampai akhirat ada yang hanya di dunia
Percayalah, sesalih apapun tampilannya, sepanjang apapun gelarnya, seterkenal dan apapun judulnya. Bila ada yang mengatakan semua agama sama, dia sedang mabuk
Rasulullah saja yang dijamin masuk surga, belajarnya langsung dari Jibril, kekasih Allah, banyak ibadah dan amal salihnya, bahkan tidak pernah mengatakan yang begitu
Anda? Bukan Nabi bukan Rasul, surga belum pasti, amal masih keteteran, ibadah masih berantakan, hisab juga menegangkan, lalu bilang semua agama sama, Anda siapa? Anda sehat????
Agar Terbebas Dari Riya Dan Ujub • Aulia Izzatunisa
Status Nasehat:
# Agar Terbebas dari Sifat Ujub dan Riya’ #
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Banyak orang yang mengidap riya’ dan ujub. Riya’ itu termasuk dalam perbuatan mempersekutukan Allah dengan makhluk. Adapun ujub merupakan bentuk mempersekutukan Allah dengan diri sendiri, dan inilah kondisi orang yang sombong.
Seorang yang riya’ berarti tidak melaksanakan kandungan ayat Iyyaka na’budu. Adapun orang yang ujub maka dia tidak mewujudkan kandungan ayat Iyyaka nasta’in.
Barangsiapa yang mewujudkan maksud ayat Iyyaka na’budu maka dia terbebas dari riya’. Dan barangsiapa yang berhasil mewujudkan maksud ayat Iyyaka nasta’in maka dia akan terbebas dari ujub…”
(lihat Mawa’izh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 83)
__________________
📌 Kita sama-sama peduli dengan dakwah utama dan prioritas, yaitu tauhid dan aqidah. Anda bisa ikut aktif, caranya ketika mendapatkan share ini, share lagi ke sosial media yang anda punya dan seterusnya sehingga dakwah tauhid tersebar.
♻ Silahkan disebarluaskan